Kilesa

 🌹🌹 Pertanyaan Anda sangat tepat dan matang secara Dhamma. Ini memang wilayah akar batin (akusala-mūla) dan turunannya, bukan sekadar label emosi. Saya jawab sistematis, tenang, dan praktis, sesuai cara Anda biasa mengamati batin.



1️⃣ TIGA AKAR UTAMA (AKUSALA-MŪLA)


Dalam ajaran Buddha, semua kekotoran batin pada akhirnya berakar pada tiga ini:

1. Lobha – keserakahan / kemelekatan

2. Dosa – penolakan / kebencian

3. Moha – ketidaktahuan / kebingungan


Yang lain bukan akar, tetapi cabang, kombinasi, atau manifestasinya.



2️⃣ KLASIFIKASI YANG ANDA SEBUTKAN


🔹 Keserakahan (Lobha)

Ingin memiliki

Melekat

Mengharapkan pengalaman tertentu


👉 Kemelekatan = lobha

Kemelekatan adalah inti lobha, bukan sekadar bagiannya.



🔹 Kebencian (Dosa)

Menolak

Tidak suka

Ingin menjauh / menghindar

Anti terhadap apa yang ada



🔹 Kesombongan (Māna)

Merasa lebih tinggi, setara, atau lebih rendah

Identitas “aku”

Perbandingan diri


📌 Akar utamanya adalah lobha + moha

Lobha → melekat pada “aku”

Moha → salah memahami diri sebagai entitas nyata



🔹 Kecemburuan (Issā)

Tidak suka melihat orang lain bahagia

Iri terhadap keberhasilan orang lain


📌 Akar utamanya adalah dosa + lobha

Dosa → penolakan terhadap kondisi orang lain

Lobha → ingin apa yang orang lain miliki



🔹 Ketidaktahuan (Moha)

Tidak tahu apa yang sedang terjadi

Tidak melihat sebab–akibat

Bingung, tumpul, kabur



3️⃣ SEKARANG PERTANYAAN UTAMA ANDA


🔹 Kemalasan masuk kategori apa?


Dalam Abhidhamma, kemalasan terkait dengan:

Thīna (kelembaman batin)

Middha (kemalasan / kantuk batin)


📌 Akar UTAMANYA: Moha


Karena:

Tidak jelas tujuan

Tidak memahami manfaat

Tidak melihat sebab–akibat


👉 Analisis Anda BENAR:

Tidak mau melakukan → bisa tampak seperti dosa

Tidak tahu manfaat → jelas moha


Namun secara akar:


🔥 Kemalasan terutama adalah moha,

bukan dosa murni.


Jika disertai penolakan aktif (“aku benci melakukan ini”), barulah dosa ikut masuk.



🔹 Ketakutan masuk kategori apa?


Ketakutan bukan dosa murni.


📌 Akar utamanya: Moha + Lobha

Moha → tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi

Lobha → melekat pada keselamatan, diri, kontrol


Contoh:

Takut kehilangan → lobha

Takut mati → lobha + moha

Takut masa depan → moha (berpikir pada yang belum ada)


👉 Tanpa konsep “aku yang terancam”, ketakutan tidak muncul.



4️⃣ RINGKASAN DALAM TABEL


Fenomena Akar Utama Catatan

Kemelekatan Lobha inti keserakahan

Kemalasan Moha bisa bercampur dosa

Ketakutan Moha + Lobha selalu ada “aku”

Kesombongan Lobha + Moha identitas

Kecemburuan Dosa + Lobha penolakan + ingin



5️⃣ KUNCI PRAKTIK (SESUAI GAYA ANDA)


Dalam meditasi, jangan sibuk memberi label.


Cukup tanyakan dengan halus:


“Apakah batin ini sedang melekat, menolak, atau tidak tahu?”


Itu sudah memotong akar.


Ketika akar terlihat:

Tidak perlu dilawan

Tidak perlu dihilangkan

Cukup diketahui


👉 Mengetahui akar = awal pelepasan

Buku spiritual dan agama : https://s.shopee.co.id/9AHvPYGFxw

Buku tentang menjaga kesehatan tubuh dan jiwa https://s.shopee.co.id/70DQpc5lND

Buku tentang penggambaran Yin Yang : https://s.shopee.co.id/805xrWvKzS 

Buku tentang bekerja yang menyenangkan : https://s.shopee.co.id/7V9hQa9jDy


Comments

Popular posts from this blog

Malu

Power of now