Posts

Ketakutan

 Orang takut karena : Takut mati Takut kehilangan Takut Ditolak  Takut diabaikan Takut sendiri Takut gagal Takut menua Takut tidak sukses Takut masa depan Dll Faktor utama Takut adalah takut kehilangan Orang takut mati karena takut hilang kehidupan, Takut gagal karena hilang sukses. Kehilangan ini adalah kekosongan. Kitapun adalah isi dari kekosongan. Jadi kita selalu mengisi semua kekosongan. Jadi banyak orang mengisi dirinya. Karena kita takut kekosongan. Jadi kegelisahan yang mengisi.  Saat kita merasa kosong kita akan gelisah. Sadari kalau kitalah isinya. jadi kalau tau dompet kosong, ada kita yang bisa mengisinya, kalau rumah kosong kita sendiri, sadarilah kalau ada Aku yang mengisinya. Saat orang berlebihan pun merasa kosong karena dia kekurangan ruang kosong juga. Jadi saat kita merasa di titik maksimal pencapaian kita, kitapun gelisah akhirnya merasa kehampaan dan kosong. Karena ruang kosongnya yang kosong tidak ada. Seperti gelas yang tidak terisi air, kita menye...

Healing bebas dari luka batin

 Healing bisa membuat reseptor indra kita jenuh. Akhirnya orang jadi sakau dan ketagihan. Semua yang dilakukan terus menerus, terlalu melekat bisa adiksi. Akhirnya mencari stimulus baru yang rasanya semakin mampu mengisi kekosongan batin yang pati rasa. Akhirnya makin ingin healing, ketagihan nonton, shopping, meditasi.  Semakin ingin healing untuk bahagia tapi makin sedih, semakin kosong, semakin kesepian. Akhirnya butuh healing lebih besar. Akhirnya depresi dan punya gangguan mental besar. Untuk bisa berhenti harus tau cacatnya. Healing butuh kebijaksanaan. Makin bijaksana makin dibutuhkan pengetahuan. Pandangan makin luas, makin tidak perlu healing  3 tahap penyembuhan Pemahaman pada penyakit. Asupan apa yang kita konsumsi Support system, orang dan keadaan di sekitar. Misalnya kita batuk harus tau batuk keringkah, batuk berdahak kah? Asupan makanan apa yang boleh dikonsumsi mana yang tak boleh dikonsumsi, jangan konsumsi gorengan. Support system orang disekitar tidak m...

Atomic habits

- _*Kebiasaan*_ adalah prilaku yg telah diulang cukup sering akirnya menjadi otomatis - _*Tujuan akhir Kebiasaan*_ adalah memecahkan masalah masalah dlm hidup dgn energi dan upaya sekecil mungkin - _*Kebiasaan*_ apapun dpt di uraikan menjadi lingkaran umpan balik yg meliputi empat langkah : petunjuk, gairah, tanggapan, dan ganjaran - _*Empat kaidah perubahan prilaku*_ adalah seperangkat aturan sederhana yg dapat di gunakan untuk membangun kebiasaan kebiasaan lebih baik, hal itu *1* menjadikan terlihat *2* menjadikan menarik *3* menjadikan mudah *4* menjadikan memuaskan 4 KAIDAH PERUBAHAN PRILAKU 1 Buat Terlihat Jelas (Make It Obvious) - Kebiasaan yang terlihat akan lebih mudah dilakukan. - Rancang lingkungan agar kebiasaan baik mudah terlihat. - Contoh: Letakkan buku di atas meja jika ingin membiasakan membaca.  2Buat Menarik (Make It Attractive) - Semakin menarik suatu kebiasaan, semakin besar keinginan untuk melakukannya. - Hubungkan kebiasaan dengan sesuatu yang Anda sukai. - Co...

BIJAKSANA DENGAN KETIDAK-PASTIAN

 BIJAKSANA DENGAN KETIDAK-PASTIAN ~ Alan Watts MENERIMA KETIDAK-PASTIAN 1. Hidup ini selalu penuh dengan ketidakpastian. Tak peduli seberapa banyak kita merencanakan atau berusaha mengontrol segala hal, ada begitu banyak yang tidak bisa kita kendalikan. Kita sering merasa cemas tentang masa depan, takut akan apa yang belum kita ketahui, dan berharap bisa menghindari hal-hal yang tak pasti. Tapi, kenyataannya, ketidakpastian adalah bagian tak terpisahkan dari hidup. 2. Pikirkan tentang cuaca. Kita bisa merencanakan hari kita, memilih pakaian yang tepat, dan berharap tidak akan hujan. Namun, suatu hari langit bisa tiba-tiba mendung, hujan turun deras, dan kita harus berlari mencari perlindungan. Ketidakpastian cuaca itu, meski sederhana, mengingatkan kita bahwa hidup memang penuh dengan kejutan yang tidak bisa kita prediksi. Sama halnya dengan hidup kita sehari-hari. Kita merencanakan pekerjaan, hubungan, atau tujuan pribadi, tetapi banyak hal yang berada di luar kendali kita. Bahkan...

7 kekayaan Mulia

 Kemiskinan adalah Dukha : Makanya orang Buddhist tidak boleh miskin harus kaya.  Kekayaan adalah kebahagiaan di dunia karena ini adalah kehidupan. Dalam kehidupan duniawi kita masih butuh Harta, tahta, cinta. Kekayaan adalah jalan untuk mencapai 3 freedom yaitu : Financial Freedom ini adalah kebebasan dari rasa kekurangan. Kebebasan dari segi keuangan. Tidak kekurangan uang. Uang berlebihan, ingin ini ingin itu ada uangnya. Uang bukan segala-galanya tapi segala-galanya butuh uang. Uang tidak bisa membeli kesehatan tapi bayangkan kalau sakit tidak punya uang ya pergi mati saja kau. Semua kebutuhan, bisa di dapat dengan uang. Dengan uang kita bisa membuat sistem dan memperoleh time freedom Time Freedom : Time freedom adalah kebebasan dari waktu. Tapi bukan berarti kita bersantai sepanjang segala abad. Tapi kia bisa menantukan sendiri kapan waktu kita bekerja kapan waktu untuk beristirahat. Tapi bila orang yang mentalnya belum kuat. Time freedom ini akan di gunakan untuk bermala...

Meditasi VS Instrospeksi

(disclaimer dulu ya, kita di sini sama2 belajar, jadi saya tdk bermaksud 'menggurui'). Meditasi' =/= Introspeksi. Meditasi dari perspektif Tergar = Kesadaran, maksudnya kita mengetahui apa yg sedang kita lakukan, apa yg sedang kita pikir, yg sedang kita rasa. Kata kuncinya di sini adl MENGENALI.  Contoh: kita baca chat WA ini, klo kita mengetahui ada objek berupa huruf, kita mengetahui sedang melihat, mk itu adl meditasi. Di sini kita tdk menilai atau tdk mengartikan apa yg kita baca-non judgement.  Tapi pada saat kita 'melakukan introspeksi' beda lagi.  Contoh: sambil atau setelah baca chat WA ini, kita melakukan 'introspeksi'. Di sini ada unsur memaknai, menilai, dan menimbang.  Namun, selama kita melakukan itu semua dengan sadar dan jg mengetahui apa yg sedang terjadi dg diri kita (apakah kita sedang baca, sedang memaknai, sedang mikir, dsb)...mk kegiatan introspeksi tadi berubah dari introspeksi 'non meditasi' menjadi introspeksi 'dengan medi...

Berpikir seperti sangha

 BERPIKIR SEPERTI SANGHA ~ Jay Shetty LEPASKAN LABEL PALSU 1. Sejak kecil, kita dibentuk oleh label yang ditempelkan orang lain. Ada yang dipuji sebagai anak pintar, ada yang dikenal pendiam, ada yang disebut nakal. Lama-lama, label itu terasa seperti identitas asli kita, padahal sebenarnya itu hanya pandangan orang lain. Kita mulai mengambil keputusan, memilih pekerjaan, bahkan membentuk hubungan berdasarkan label itu, bukan berdasarkan siapa diri kita yang sebenarnya. 2. Biksu Jay Shetty pernah mengalami hal ini. Sebagai remaja di London, ia hidup di tengah budaya yang menilai kesuksesan dari uang, penampilan, dan popularitas. Ia berusaha menyesuaikan diri—berpakaian sesuai tren, berbicara seperti yang diharapkan teman-temannya, mengejar hal-hal yang dianggap “keren”. Tapi di dalam hati, ada rasa hampa. Ia sadar sedang memainkan peran yang tidak mencerminkan nilai-nilainya. 3. Mengenali peran yang salah itu butuh kejujuran. Kadang, kita harus bertanya: Apakah saya melakukan ini k...