My opinion : Pattern
Semua dalam dunia ini berpola tidak ada yang kebetulan. Semua akibat pasti ada sebab di baliknya.
Belajar dari mainan semasa kecil.
Semua tampak tidak karuan saat belum disusun |
setelah tersusun dengan pola tertentu dengan blueprint yang jelas tapi perhatikan tiap susunan terdiri dari block yang berbeda-beda |
Bahkan dengan blue print yang jelas block-block tersebut bisa berbentuk seperti ini, dengan blueprint yang jelas dan detail |
Tanpa blueprint semuanya tampak tidak jelas bentuk apa ini |
Dilihat dari sisi manapun tampak tidak jelas |
|
Tapi coba lihat lebih mendalam lagi bila perlu beri nama per part apa lebih jelas terlihat bentuk apa ini? |
Yang bisa dipelajari dari mainan ini :
- Sesuatu yang awalnya tidak jelas kita bisa merangkainya dengan pola (blueprint tertentu) agar lebih berbentuk
- Meskipun ada blueprint cara tiap orang bisa berbeda-beda. It's ok yang penting hasilnya sama
- Makin detil blueprint hasilnya lebih akurat dan presisi.
- Tanpa blueprint yang jelas hasilnya lebih abstrak. Tapi sesuatu yang ga jelas bila kita melihat dari dalam bakal terlihat bentuknya
Bagaiman dengan permainan pola dalam matematika
5,5,5 = 15
6,2,8 = 26
2,3,4 = -3
6,3,9 = ???
Sepintas angka-angka di atas tampak acak.
lalu kita mulai mencari polanya pada baris pertama dan kita menemukan pola sederhada
5+5+5 = 15
atau bisa di tulis a+b+c
namun pola tersebut tidak bisa berlaku untuk baris ke2
6+2+8 = 16 (bukan 26)
kita harus mencari lagi pola yang tepat agar bisa 6,2,8 = 26 dan ketemu pola yang lain
5^2-(5+5) = 15
6^2-(2+8) = 26
atau bisa di tulis a^2-(b+c)
kita harus mengeceknya sekali lagi dengan kumpulan angka ke 3 apakah cocok
2,3,4 = -3 --> 2^2-(3+4)=-3
berarti sudah cocok
Saat saya mengirim pola matematika tersebut dalam grup saya
- Ada teman yang langsung pusing melihat angka-angka yang tak beraturan
- Ada teman yang begitu menerima langsung bersemangat dan mengerti pasti ada pola tertentu dalam angka-angka tersebut
- Ada teman yang memecahkannya dengan pola yang lain daripada saya tapi hasilnya sama yaitu ((b+c)-a^2)x-1
- Ada teman yang memecahkannya dengan pola yang sama seperti saya
yang bisa kita pelajari dari hal tersebut :
- Temukan pola dari sesuatu yang tampak acak
- Pola masing-masing orang bisa berbeda. Fokus pada hasil
- Jangan terlalu melekat pada suatu pola karena bisa jadi pola awal yang anda temukan untuk suatu hal belum tentu cocok pada hal lain
- Saat pola yang terlihat telah ketemu dan tidak cocok untuk hal lainnya ganti polanya agar bisa cocok untuk yang lainnya
- Validasi minim 3x. Untuk mengetahui apakah pola tersebut benar-benar benar. Bila tidak ya cari pola lainnya sampai dapat
Belajar dari Graphic Candle Stick dalam dunia Trading
Terdapat indikator dan garis-garis batas |
Yang bisa dipelajari dari pola Candle Stick ini
- Dalam trading pola candle tertentu dengan menggunakan indikator yang cocok untuk menentukan kapan jual dan beli
- Indikator garis bisa jadi itu adalah garis batas. Saat Candle bisa melampaui garis batas arahnya akan terus berlanjut. Jadi kita harus menemukan garis batas kita dan berusaha melampauinya.
- Meskipun kadang Candle gagal melampaui garis, candle berikutnya akan berusaha lagi melampaui garis tersebut. Jadi saat gagal jangan menyerah cari cara lain untuk bisa melampaui batas tersebut
Belajar dari pola makan
Pernahkan anda setelah makan makanan tertentu lalu badan gatel semua? lalu anda menyelidiki apa yang membuat gatel dan menemukan satu makanan yang ternyata setelah memakannya anda akan gatel dan saat itu anda yakin bahwa makanan itulah yang membuat anda gatel. Semakin anda makan anda akan semakin yakin
Lalu anda akan mencari cara mengatasi rasa gatel tersebut. Cara yang mungkin terpikir
- Menghindari makanan itu
- Meminum obat (seperti CTM, Cetrizine)
- Mengubah keyakinan, dan emosi terhadap makanan tersebut (ICT)
Tulisan di bawah sengaja saya highlight hitam agar kalau yang mau baca silakan dibaca yang tidak mau ya jangan di baca. hanya sedikit teori tentang mekanisme alergi dan obat antialergi ^.^
Sedikit cerita tentang IgE dan Alergi :
Hipersensitivitas tipe I terjadi dalam reaksi jaringan terjadi dalam beberapa menit setelah antigen bergabung dengan antibodi yang sesuai. Ini dapat terjadi sebagai anafilaksis sistemik (misalnya setelah pemberian protein heterolog) atau sebagai reaksi lokal (misalnya alergi atopik seperti demam hay) (Brooks et.al, 2005). Urutan kejadian reaksi tipe I adalah sebagai berikut:
- Fase Sensitisasi, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan IgE sampai diikatnya oleh reseptor spesifik (Fcε-R) pada permukaan sel mast dan basofil.
- Fase Aktivasi, yaitu waktu yang diperlukan antara pajanan ulang dengan antigen yang spesifik dan sel mast melepas isinya yang berisikan granul yang menimbulkan reaksi.
- Fase Efektor, yaitu waktu terjadi respons yang kompleks (anafilaksis) sebagai efek mediator-mediator yang dilepas sel mast dengan aktivitas farmakologik.
Mekanisme alergi, misalnya terhadap makanan, dapat dijelaskan sebagai berikut. Secara imunologis, antigen protein utuh masuk ke sirkulasi dan disebarkan ke seluruh tubuh. Untuk mencegah respon imun terhadap semua makanan yang dicerna, diperlukan respon yang ditekan secara selektif yang disebut toleransi atau hiposensitisasi. Kegagalan untuk melakukann toleransi oral ini memicu produksi antibodi IgE berlebihan yang spesifik terhadap epitop yang terdapat pada alergen. Antibodi tersebut berikatan kuat dengan reseptor IgE pada basofil dan sel mast, juga berikatan dengan kekuatan lebih rendah pada makrofag, monosit, limfosit, eosinofil, dan trombosit.
Ketika protein melewati sawar mukosa, terikat dan bereaksi silang dengan antibodi tersebut, akan memicu IgE yang telah berikatan dengan sel mast. Selanjutnya sel mast melepaskan berbagai mediator (histamine, prostaglandin, dan leukotrien) yang menyebabkan vasodilatasi, sekresi mukus, kontraksi otot polos, dan influks sel inflamasi lain sebagai bagian dari hipersensitivitas cepat. Sel mast yang teraktivasi juga mengeluarkan berbagai sitokin lain yang dapat menginduksi reaksi tipe lambat.
Gejala yang timbul pada hipersensitivitas tipe I disebabkan adanya substansi aktif (mediator) yang dihasilkan oleh sel mediator, yaitu sel basofil dan mastosit.
Mediator jenis pertama
Meliputi histamin dan faktor kemotaktik.
– histamin menyebabkan bentol dan warna kemerahan pada kulit, perangsangan saraf sensorik, peningkatan permeabilitas kapiler, dan kontraksi otot polos.
– Faktor kemotaktik. Dibedakan menjadi ECF-A (eosinophil chemotactic factor of anophylaxis) untuk sel-sel eosinofil dan NCF-A (neutrophil chemotactic factor of anophylaxis) untuk sel-sel neutrofil.
Mediator jenis kedua
Dihasilkan melalui pelepasan asam arakidonik dari molekul-molekul fosfolipid membrannya. Asam arakidonik ialah substrat 2 macam enzim, yaitu sikloksigenase dan lipoksigenase.
– Aktivasi enzim sikloksigenase akan menghasilkan bahan-bahan prostaglandin dan tromboxan yang sebagian dapat menyebabkan reaksi radang dan mengubah tonus pembuluh darah.
– Aktivasi lipoksigenase diantaranya akan menghasilkan kelompok lekotrien. Lekotrien C, D, E sebelum dikenal ciri-cirinya dinamakan SRS-A (Slow reactive substance of anaphylaxis) karena lambatnya pengaruh terhadap kontraksi otot polos dibandingkan dengan histamin.
Mediator jenis ketiga
Dilepaskan melalui degranulasi seperti jenis pertama, yang mencakup (1) heparin, (2) kemotripsin/tripsin (3) IF-A
Nutrisi dan Alergi
Makanan merupakan salah satu penyebab reaksi alergi yang berbahaya. Seperti alergen lain, alergi terhadap makanan dapat bermanifestasi pada salah satu atau berbagai organ target: kulit (urtikaria, angiodema, dermatitis atopik), saluran nafas (rinitis, asma), saluran cerna (nyeri abdomen, muntah, diare), dan sistem kardiovaskular (syok anafilaktik) (Rengganis dan Yunihastuti, 2007). Urtikaria akibat alergi makanan biasanya timbul setelah 30-90 menit setelah makan dan biasa disertai gejala lain seperti diare, mual, kejang perut, hidung buntu, bronkospasme, hingga gangguan vaskular. Semua gejala ini diperantarai oleh IgE (Baskoro et.al, 2007).
Hampir setiap jenis makanan memiliki potensi untuk menimbulkan reaksi alergi. Alergen dalam makanan terutama berupa protein yang terdapat di dalamnya. Namun, tidak semua protein dalam makanan mampu menginduksi produksi IgE. Penyebab tersering alergi pada orang dewasa adalah kacang-kacangan, ikan, dan kerang. Sedangkan penyebab alergi tersering pada anak adalah susu, telur, kacang-kacangan, ikan, dan gandum. Sebagian besar alergi hilang setelah pasien menghindari makanan tersebut, dan melakukan eliminasi makanan, kecuali terhadap kacang-kacangan, ikan, dan kerang cenderung menetap atau menghilang setelah jangka waktu yang sangat lama.
Ikan dapat menimbulkan sejumlah reaksi. Alergen utama dalam codfish adalah Gad c1 telah diisolasi dari fraksi miogen. Udang mengandung beberapa alergen. Antigen II dianggap sebagai alergen utama. Otot udang mengandung glikoprotein otot yang mengandung Pen a1 (tropomiosin).
Gambaran klinis reaksi alergi terhadap makanan terjadi melalui IgE dan menunjukkan manifestasi terbatas: gastrointestinal, kulit dan saluran nafas. Tanda dan gejalanya disebabkan oleh pelepasan histamine, leukotrien, prostaglandin, dan sitokin. Alergen yang dimakan dapat menimbulkan efek luas, berupa respon urtikaria di seluruh tubuh, karena distribusi random IgE pada sel mast yang tersebar di seluruh tubuh.
Mekanisme kerja klorfeniramin maleat adalah sebagai antagonis reseptor H1, klorfeniramin maleat akan menghambat efek histamin pada pembuluh darah, bronkus dan bermacam-macam otot polos; selain itu klorfeniramin maleat dapat merangsang maupun menghambat susunan saraf pusat
Saya yang mengetahui teori alergi dan mekanisme kerja obat penghambat alergi ini awalnya tidak percaya bahwa alergi bisa dihilangkan dengan cara ke 3. Namun, setelah saya coba ternyata bisa hal itu disebabkan reaksi alergi juga diregulasi oleh otak, dan otak dapat pemikiran-pemikiran, emosi-emosi, dan keyakinan-keyakinan tertentu sehingga memunculkan reaksi alergi. Saat pemikiran, emosi dan keyakinan itu dihilangkan dan dirubah bisa jadi cara pandang otak berubah dengan merubah sudut pandang dan melihat lebih dekat
Temukan pola kesuksesan dalam hidup, bila perlu catat mulai dari
- pikiran yang muncul saat sukses
- perasaan yang muncul saat sukses
- keyakinan yang muncul saat sukses
- emosi-emosi yang muncul saat sukses
- apa saja yang telah dilakukan sebelum mendapat kesuksesan (prosesnya)
dan kesuksesan itu bisa dengan mudah diraih lagi dengan mengikuti pola yang ada. Bila pola yang di dapat ternyata tidak cocok dengan bentuk kesuksesan yang lainnya ya cari lagi pola yang lainnya. Bila perlu ubah-ubah cara pandang yang dirasa lebih baik. Karena dunia selalu berubah yang tidak berubah hanya Perubahan
Temukan juga batasan diri dan lampaui batasan itu dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Garis-garis batas tersebut hanya garis imajiner yang menghambat. Temukan cara melampauinya
Terinspirasi dari Bapak Ariesandi S., CHt yang sering berbicara tentang pola








Comments
Post a Comment