Posts

Showing posts from November, 2025

Investasi anak

 *ANAK BUKAN PROYEK, TAPI BENIH* *Orangtua sering kebakaran jenggot karena hasil anaknya, tapi lupa bahwa benih itu tumbuh sesuai tanah tempat ia ditanam.* Kalau tanahnya penuh kritik, cemaran trauma, dan pupuk omelan— ya jangan kaget kalau anak tumbuh seperti kaktus berduri, bukan bunga melati wangi nan ramah tamah. Anak-anak itu ibarat cermin yang memantulkan harapan orangtua, bukan fotocopy dari standar sosial yang tidak pernah puas atas apa yang sudah diraih. Dan ironisnya serta lucunya, banyak orangtua marah karena anaknya takut salah, padahal tiap hari mereka diperingatkan dengan kata-kata horor macam: _“Jangan begitu nanti gagal.”_ _“Belajar dong, masa begitu aja nggak bisa?”_ _“Lihat tuh anak orang…”_ Hellooo šŸ˜šŸ‘‹ Anda sehat? Huahahaha  Itu bukan kalimat motivasi. Itu *mantra kutukan* bersertifikat *SNI (Standar Ngeselin Indonesia).*   Sekarang saya mau bahas tentang *Hukum Pengharapan*  yang mengatakan *Seseorang akan menjadi sesuai apa yang Anda percaya ten...

Keluar dari balik awan

 *KELUAR DARI BALIK AWAN* Dalam perjalanan spiritual, tidak semua langkah selalu tegap. Bahkan seorang Bhikkhu yang telah menempuh kehidupan suci pun bisa tergelincir pada kesalahan ringan (pācittiya) maupun berat (Pārājika). Namun, kesalahan bukan akhir dari kebajikan—ia bisa menjadi titik balik menuju kebijaksanaan. “Seorang yang salah lalu memperbaiki diri, ia menerangi dunia ini seperti bulan keluar dari balik awan.” — Dhammapada 173 Bila seseorang mengakui kesalahan dan berupaya memperbaiki diri, ia sedang menapaki kembali jalan Dhamma. Dalam hal ini, dukungan dengan welas asih (karuṇā) akan menjadi kebajikan. Namun bila seseorang menolak mengakui kesalahan dan berkeras dalam kelalaian, maka menyikapi dwngan diam tanpa membenarkan adalah bentuk kebijaksanaan (paƱƱā). Mendukung tidak selalu berarti memberi dana; kadang berarti memberi kesempatan untuk memperbaiki diri, memberi kata yang menyejukkan namun jujur, dan memberi doa yang menuntun ke arah benar adalah dana-mulia. “Duk...