Anger

Anger atau kemarahan adalah bentuk emosi yang sering kali dihilangkan dibuang oleh seseorang karena dia dianggap emosi negatif dan tidak menyenangkan. Kemarahan adalah bagian dari dirimu, dia juga anggota tubuhmu, Pernahkah kamu ingin membuang perutmu saat kamu perutmu sakit? Pernahkah kamu ingin mengusir kepalamu saat kamu kepalamu sakit? Pernahkah kamu berpikir memotong jarimu saat dia terluka? Kamu pasti tidak pernah berpikir hal itu namun kamu merawat sakit itu. Demikian juga kemarahan. Kamu harus merawatnya


Benih-benih kemarahan sudah ada dalam dirimu sejak dahulu kala, hanya saja belum disiram. Jadi bukan karena orang lain kamu marah


Orang dulu pernah berkata bahwa bila kamu marah dengan seseorang kamu harus melampiaskannya dengan memukul bantal, berteriak, dll. Hal itu bukannya meredakan kemarahanmu tapi malah memperbesarnya dan bisa jadi bila terlalu sering melampiaskannya dengan memukul bantal bila kamu ketemu orang tersebut kamu bakal memukul orang tersebut. Kamu juga sering kali berusaha menghukum orang yang membuatmu marah berpikir untuk membalas dendam karena membuatmu menderita tanpa memikirkan bahwa dia juga akan menderita dan akan menghukummu juga. kalau seperti itu terus bagaimana habisnya?


Anggaplah kemarahan adalah bayimu jadi Saat marah bernafaslah nafas masuk adalah aku menyadari bahwa aku marah dengan orang itu karena bla... bla... bla... sering kali kita marah karena kita terlalu menganggap persepsi kita benar dan orang lain juga menganggap persepsinya benar. Padahal tidak ada yang benar-benar Benar di dunia ini. Kemarahan harus disadari dan diakui


Sebelum 1x24 jam beritahukan kemarahanmu pada orang yang membuatmu marah dengan kata-kata lembut, atau bila kamu merasa tidak mampu berkata dengan lembut tuliskan surat dengan kata-kata lembut seperti ini:

1. "A Aku sedang marah, karena....... aku sangat menderita"

Kamu harus memberitahu orang tersebut jika kamu menderita jangan hanya memberitahu kebahagiaan saja, setelah itu katakan

2. "Aku sedang berupaya melakukan yang terbaik"

Kata-kata ini berarti kamu berkomitmen mengubah keadaan, kamu menahan diri agar tidak bertindak berlandaskan kemarahanmu

3. "Mohon bantu aku"

Meskipun ketika orang marah orang cenderung berkata "pergi kau", "aku tidak butuh kamu". Namun kamu membutuhkan orang tersebut untuk membantu menangani kemarahan agar tidak membludak

4. "Temanku aku mungkin memiliki persepsi salah dan apa yang aku tulis di sini mungkin tidak mencerminkan keadaan sebenernya. Tapi bagaimanapun, ini aalah pengalamanku tentang situasi ini. Ini adalah apa yang benar-benar aku rasakan di dalam hatiku. Jika ada sesuatu yang salah dalam tulisanku, marilah kita duduk dan melihat bersama-sama supaya kita bisa menjernihkan kesalahpaman ini


Sekarang tuliskan atau ketikan perjanjian damai dengan orang lain yang berisi :

1. Menghindarkan diri  mengatakan atau melakukan sesuatu apapun yang mungkin menyebabkan kerusakan yang lebih jauh atau memperparah kemarahan

2. Tidak menekan kemarahanku

3. Berlatih nafas berkesadaran dan kembali pada diriku sendiri untuk merawat kemarahanku

4. Dengan tenang, dalam waktu 24 jam, memberitahu orang yang telah membuatku marah tentang kemarahanku dan penderitaanku, baik secara lisan ataupun tulisan

5. Mengatur suatu pertemuan dalam minggu itu, misalnya pada hari sabtu sore, baik secara lisan atau tulisan untuk mendiskusikan hal ini dengan lebih menyeluruh untuk menyelesaikan salah paham dan menyamakan konsep

6. Tidak berkata : "aku tidak marah, aku baik-baik saja, aku tidak menderita. Tidak ada hal yang membuatku marah"

7, Melihat secara mendalam dalam kehidupanku sehari-hari, ketika duduk, berjalan, berbaring, bekerja dan menyetir untuk melihat :

 *Tindakan-tindakan ku sendiri, yang tidak terampil beberapa waktu

 * Bagaimana aku telah melukai orang lain karena energi kebiasaanku

 * Bagaimana benih kemarahan yang kuat di dalam diriku merupakan penyebab utama dari kemarahanku

 * Bagaimana orang lain itu hanyalah penyebab sekunder

 * Bagaimana orang lain hanya mencari kelegaan dari penderitaannya

 * Selama orang lain menderita, aku tidak bisa benar-benar bahagia

8. Meminta maaf dengan segera, tanpa menunggu janji untuk bertemu pada hari sabtu, segera setelah aku menyadari ketidaktrampilanku dan kurangnya perhatian penuh kesadaran

9. Menunda pertemuan Sabtu jika aku merasa belum cukup tenang untuk bertemu dengan orang itu


Aku, yang telah membuat orang lain marah setuju untuk :

1. Menghormati perasaan orang lain, tidak menertawakan dia dan memberikan dia cukup waktu untuk menenangkan diri

2. Tidak menekan untuk segera melakukan diskusi

3. Mengkonfirmasi permintaan orang lain untuk suatu pertemuan, baik secara lisan ataupun tulisan dan meyakinkan dia bahwa aku akan hadir di sana

4. Jika aku bisa meminta maaf, aku akan melakukannya segera tidak menunggu hingga Sabtu sore

5. Berlatih nafas berkesadaran dan melihat secara mendalam untuk melihat bagaimana :

 *Aku memiliki benih-benih kemarahan dan ketidakbaikan serta energi kebiasaan, yang membuat orang lain tidak bahagia, Aku telah salah dengan berpikir bahwa membuat orang lain menderita akan melegakan penderitaanku sendiri

 * Dengan membuat dia menderita, aku membuat diriku sendiri menderita

6. Meminta maaf segera setelah aku menyadari ketidaktrampilanku dan kurangnya perhatian penuh kesadaran, tanpa melakukan usaha apapun untuk membenarkan diriku sendiri dan tanpa menunggu hingga pertemuan Sabtu.





Dari Buku "Anger" Thich Nhat  Hanh


Comments

Popular posts from this blog

Malu

7

Power of now