Click

Saya baru saja menonton kembali Click. Dalam film ini mengkisahkan tentang Michael Newman yang mempunyai remote ajaib yang dapat mengkontrol kehidupan seperti mengulang kejadian menyenangkan dan menskip kejadian tidak menyenangkan (misalnya : kemacetan di jalan, bertengkar dengan istri, dll) dan pada akhirnya remote tersebut dapat secara otomatis menskip semua kejadian hingga dia menua dan tidak dapat menikmati hidup dan terjadi penyesalan dalam hidupnya. Untuk cerita lebih jelasnya coba googling dulu saja karena saya juga tidak pintar bercerita.


Saya merasa kita setiap orang mempunyai remote tersebut dalam pikiran masing-masing. Saat masih kecil orang tua kita mengajarkan untuk makan dengan cepat agar cepat bisa bermain tanpa menikmati rasa makanan tersebut entah itu manisnya asinnya gurihnya, dll. Saat kita akan berwisata, lulus, berpesta dan akan mengalami kejadian menyenangkan kita selalu memikirkan saat2 kejadian itu datang tanpa menikmati tiap kejadian mempersiapkan perjalanan, persiapan pesta, bagaimana berbicara dengan EO, dll. Saat menghadapi kemacetan kita akan memikirkan penyesalan kenapa tidak berangkat lebih awal atau nanti mau ngapain di tempat tujuan, tidak menikmati banyaknya mobil lain yang sama-sama menunggu, mobil itu berwarna-warni menghiasi jalan, rasa pegal saat menunggu antrian, dll. Bahkan saat berpestapun ada orang yang tetap memikirkan bagaimana merapikan rumah saat pesta sudah berakhir dan rumah jadi berantakan, bukannya menikmati music dan makanan pesta. Begitu pula saat berlibur ada orang memikirkan seandainya si A ikut, atau bagaimana pekerjaan yang menunggu saat pulang dari berlibur, atau semoga besok tidak hujan. Tidak menikmati udara pegunungan yang sejuk, hijaunya hutan, sinar matahari yang akan terbenam, air laut yang dingin, atau suara burung dan serangga yang ada disekitar sana


Tanpa terasa pikiran kita dapat menskip dan mengulang secara otomatis kejadian yang ingin kita skip. Kita jarang hidup di masa sekarang, keseringan mengenang masa lalu yg indah tapi tak mungkin kembali, menyesali masa lalu yang tidak mungkin terulang. Kecemasan dan ketakutan akan masa depan yang belum tentu terjadi atau juga harapan yang bila tidak kesampaian akan menimbulkan penyesalan.


Ayo kita belajar menikmati menit ini detik ini saat ini. Kita dengarkan suar detik jam, perhatikan sekitar kita, perhatikan nafas kita keluar dan masuk, nikmatilah rasa makanan dan minuman yang kita makan. Jangan sampai kita menyesal seperti Michael Newman karenan terlalu sering menskip hidupnya.


HIDUP PADA SAAT INI!!!!!!!!!!!!!

Comments

Popular posts from this blog

Malu

7

Power of now