Kitsugi

Kintsugi adalah metode memperbaiki keramim dengan pernis khusus yang di campur emas, perak dan platinum


KINTSUGI : Berdamai dengan Pengalaman

Saat cangkir mewah kesayangan kita terjatuh dan pecah, reaksi yang pertama kali muncul biasanya kaget, jengkel, merasa bersalah, dan kecewa. Kita pun menganggap pecahan cangkir tersebut sudah tidak berguna dan membuangnya. Namun di Jepang, keramik pecah bisa diperbaiki menjadi sesuatu yang lebih berharga.

Sejarah Kintsugi dimulai ketika Shogun Ashikasa Yoshimasa memecahkan mangkuk teh dan mengirimnya kembali ke Cina untuk diperbaiki. Tapi ternyata mangkuk tersebut hanya direkatkan memakai klem dari logam. Maka dimintalah pengrajin Jepang untuk memperbaiki dengan cara yang lebih elegan dan estetik. Akhirnya, mangkuk teh itu jadi lebih cantik dibanding aslinya, sebelum pecah.

Filosofi Kintsugi digambarkan sebagai konsep yang bertolak belakang dengan pemikiran Barat yang mengejar simetri dan kesempurnaan.


Kintsugi merupakan metode rekonsiliasi terhadap peristiwa yang terjadi di luar kendali manusia. Seseorang dapat dikatakan memiliki emosi yang sehat ketika mampu menerima luka bathin/ luka psikologis, bangkit, dan menghadapi kenyataan yang baru.


Peningkatan nilai membutuhkan transformasi. Agar menjadi sesuatu yang lebih indah, keramik tersebut harus melalui proses jatuh, retak, pecah, baru kemudian diperbaiki dengan perak, emas atau platina agar menjadi lebih berharga.


Dengan kata lain, retakan pada keramik tidak menjadi akhir dari kegunaan dan nilainya, melainkan bagian dari riwayat benda tersebut.


Sejak kecil, sebagian besar orang dikondisikan untuk berlomba meraih pencapaian, pengakuan, dan penghormatan dari orang lain. Hal inilah yang membuat kelemahan diri sendiri atau pengalaman negatif yang menyakitkan terasa sulit untuk diterima.


Di dunia yang sifatnya sementara dan tidak sempurna, Kintsugi mengajarkan konsep penerimaan terhadap diri dan perubahan sebagai bagian dari hidup manusia.

Kegagalan dalah hidup merupakan adalah sesuatu yang wajar dan hampir setiap manusia pernah mengalami. Yang membedakan mungkin cara respon nya  saja, ada yang menyerah begitu saja atau ada yang menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran dalam menjalani prose kehidupan.

"Anda tidak akan menyadari potensi maksimal Anda, sampai Anda melewati masa-masa sulit," kata Candice Kumai, penulis buku Kintsugi Wellness: The Japanese Art of Nourishing Mind, Body, and Spirit.


Pada titik tertentu dalam kehidupan, Anda mungkin akan mengalami masa sulit, baik itu kegagalan dalam hal hal yang anda harapkan, kehilangan pekerjaan, ditipu rekan bisnis, dikhianati, atau kehilangan orang yang dicintai. Hal semacam ini akan membuat Anda terluka secara bathin dan menimbulkan kerusakan di dalam diri. Sebenarnya yang terluka adalah pikiran anda sendiri.


Konsultasi dengan psikolog, melakukan terapi, berdoa, dan meditasi merupakan beberapa cara yang dipercaya bisa menyembuhkan hal tersebut secara emosional.


Namun, pernahkah Anda mencoba KINTSUGI?

"Keramik itu sebenarnya rapuh, tetapi kalo ditreatment secara khusus akan menjadi kuat dan indah . Sama seperti manusia," kata Psikolog Tomas Navaro.

"Keramik dan kehidupan bisa pecah menjadi seribu keping, tapi bukan karena alasan itu, kita menyerah pada hidup" Menurut Tomás, langkah pertama untuk menjalani kehidupan kintsugi adalah tidak takut mengambil risiko.


"Jangan berharap bahwa dalam menjalani kehidupan akan selalu menyenangkan tanpa melalui penderitaan, karena jika Anda melakukannya Anda akan menjadi lemah dalam kehidupan katanya. Untuk melakukan praktik Kintsugi, bisa dimulai dari merayakan ketidaksempurnaan dan hiduplah lebih sederhana. Di Jepang istilah ini dikenal dengan nama wabi sabi. Wabi berarti sendiri dan sabi adalah perjalanan waktu.


Wabi sabi bisa Anda lakukan dengan cara memaafkan, tidak membandingan diri sendiri dengan orang lain, dan memulai hidup lebih sederhana dengan membeli sesuatu yang memang diperlukan saja.


Langkah selanjutnya dari kintsugi adalah Gaman yaitu kemampuan untuk bertahan, sabar dan tetap tenang. Penting untuk berlatih Gaman setiap hari dengan bermeditasi, melalui visualisasi yang positif atau dengan mengambil beberapa saat untuk bernafas.


Memusatkan fokus pada sesuatu yang sederhana  seperti bernafas, Anda akan mengistirahatkan pikiran. Kemudian. Lalu cobalah bertahan semaksimal yang Anda bisa setiap hari dalam menghadapi tekanan hidup sehari hari.

Daripada berfokus pada pikiran yang negatif, Anda dapat menggunakan tantangan sebagai peluang untuk belajar.

Dalam masa sulit, Gaman dapat mendorong Anda untuk untuk memasuki kekuatan bathin dan fokus pada potensi diri sendiri.


"Jika seseorang dapat melatih kekuatan diri sendiri, maka hal itu akan menjadikan anda lebih kuat untuk menghadapi sesuatu yang negatif"


Setelah Gaman, Anda juga wajib mencoba Yuimaru yaitu menghargai kebersamaan. Yuimaru membantu Anda menyembuhkan diri sendiri melalui kekuatan yang berasal dari teman dan keluarga.


“Memperdalam hubungan dengan teman atau keluarga dapat membantu kita bersikap baik kepada diri sendiri. Ketika kita tahu bahwa kita memiliki sistem pendukung yang baik, kita cenderung lebih memerhatikan diri kita sendiri. Seluruh ide tentang memberi dan menerima membuahkan penghargaan emosional," kata Cynthia V. Catchings, direktur eksekutif Women’s Emotional Wellness Center.


Praktik Kintsugi lain bisa juga dengan menjaga kesehatan dan melatih keseimbangan atau Eiyoshoku. Orang Jepang dikenal memiliki tingkat harapan hidup lebih panjang dibandingkan dengan bangsa lain. Hal ini ada hubungannya dengan pola makan rata-rata orang Jepang.


Pola makan orang Jepang umumnya banyak mengkonsumsi ikan yang mengandung protein tinggi, rendah lemak dan makan kedelai. Mereka juga rajin mengonsumsi teh hijau yang kaya manfaat.


“biksu yang tinggal di Jepang makan dengan sederhana dan hidup sangat bersih  dan itu mengajari saya bahwa kita tidak perlu banyak untuk mengurus diri sendiri, ”kata Candice.


Hubungan tubuh dan pikiran terhubung melalui jenis makanan yang kita makan, jadi ketika kita mengisi tubuh kita dengan sesuatu yang sederhana dan sehat, maka pikiran kita akan mendapat manfaat yang sama.


Langkah terakhir adalah Kansha, yaitu tindakan mengungkapkan syukur untuk kebaikan dan keburukan.

Ketika diri sendiri telah menyadari semua yang Anda miliki, Anda dapat pulih lebih cepat dan lebih kuat.

Berlatihlah bersyukur tentang hidup di saat sekarang dan tidak mengharapkan hal-hal yang tidak Anda punya.


Kansha juga berarti melepaskan ego Anda sendiri dan membingkai ulang pengalaman hidup Anda sehingga Anda bisa mengatur pikiran untuk melihat sesuatu yang positif daripada yang negatif.


“Syukur adalah tentang sesuatu yang baik. Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan, dan tidak ada situasi sulit yang datang tanpa tujuan. Dan tujuan hidup manusia yang sesungguhnya adalah menjadi individu yang bahagia, lebih baik daripada kemarin, tangguh, dan lebih bersyukur terhadap segala sesuatu"

Comments

Popular posts from this blog

Malu

7

Power of now