Di luar sains

 Di luar Sains

 ~ Ven. Sri Dhammananda


Ajaran Buddha melampaui sains modern dalam menerima bidang pengetahuan yang lebih luas daripada yang diizinkan oleh pikiran ilmiah. Ajaran Buddha mengakui pengetahuan yang muncul dari organ indera serta pengalaman pribadi yang diperoleh melalui pembinaan mental. Dengan melatih dan mengembangkan pikiran yang sangat terkonsentrasi, pengalaman religius dapat dipahami dan diverifikasi. Pengalaman religius bukanlah sesuatu yang dapat dipahami dengan melakukan percobaan di dalam tabung reaksi atau diperiksa di bawah mikroskop.

 

Kebenaran yang ditemukan oleh sains bersifat relatif dan tunduk pada perubahan, sedangkan yang ditemukan oleh Sang Buddha bersifat final dan absolut: Kebenaran Dhamma tidak berubah menurut ruang dan waktu.  Selain itu, berbeda dengan teorisasi sains yang selektif, Buddha mendorong orang bijak untuk tidak berpegang teguh pada teori, ilmiah atau lainnya. Alih-alih berteori, Sang Buddha mengajarkan umat manusia bagaimana menjalani kehidupan yang benar untuk menemukan Kebenaran Hakiki. Dengan menjalani kehidupan yang benar, dengan menenangkan perasaan, dan dengan membuang keinginan, Sang Buddha menunjukkan jalan dimana kita dapat menemukan sifat kehidupan di dalam diri kita sendiri. Dan tujuan hidup yang sebenarnya dapat ditemukan.


Praktek adalah penting dalam Buddhisme. Seseorang yang banyak belajar tetapi tidak berlatih adalah seperti orang yang mampu membaca resep resep dari buku masakan yang besar tanpa berusaha menyiapkan satu hidangan pun. Rasa laparnya tidak bisa diredakan dengan pengetahuan buku saja. Latihan adalah prasyarat penting untuk pencerahan sehingga di beberapa aliran Buddhisme, seperti Zen, latihan bahkan diletakkan di atas pengetahuan.


Metode ilmiah diarahkan ke luar, dan ilmuwan modern mengeksploitasi alam dan unsur-unsurnya untuk kenyamanan mereka sendiri, seringkali mengabaikan kebutuhan untuk menyelaraskan dengan lingkungan dan dengan demikian mencemari dunia. Sebaliknya, ajaran Buddha diarahkan ke dalam dan berkaitan dengan perkembangan batin manusia. Pada tingkat yang lebih rendah, Buddhisme mengajarkan individu bagaimana menyesuaikan dan mengatasi peristiwa dan keadaan kehidupan sehari-hari. Pada tingkat yang lebih tinggi, itu mewakili upaya manusia untuk tumbuh melampaui diri sendiri melalui praktik pengembangan mental atau pengembangan pikiran.

 

Ajaran Buddha memiliki sistem budaya mental yang lengkap yang berkaitan dengan memperoleh pandangan terang ke dalam sifat dari segala sesuatu yang mengarah pada realisasi diri sepenuhnya dari Kebenaran Hakiki - Nibbana. Sistem ini praktis dan ilmiah, melibatkan pengamatan yang tidak memihak terhadap keadaan emosional dan mental. Lebih seperti seorang ilmuwan daripada seorang hakim, seorang meditator mengamati dunia batin dengan penuh perhatian.

Comments

Popular posts from this blog

Malu

7

Power of now