Memulai perjalanan di Tahun Baru dengan kebiasaan introspeksi dan refleksi diri
Memulai perjalanan di Tahun Baru dengan kebiasaan introspeksi dan refleksi diri
Praktik introspeksi diri bisa menjadi praktik yang sangat menyehatkan. Jika dilakukan dengan benar, hal ini akan mengarahkan pada kesadaran diri, yang meningkatkan kemampuan kita untuk mengendalikan emosi dan memberikan rasa sejahtera yang lebih besar.
Namun jika dilakukan secara salah, refleksi diri bisa menjadi kacau. Kadang-kadang, pemeriksaan terhadap diri sendiri bisa berujung pada kebencian pada diri sendiri. Daripada mencari ke dalam untuk lebih memahami diri kita sendiri, kita mungkin malah asyik membandingkan diri kita dengan orang lain, yang hanya mengarah pada rasa tidak aman dan kecemasan akan masa depan. Itu bukan cara yang baik untuk memulai tahun baru.
Mempersenjatai diri kita dengan beberapa metode untuk refleksi diri yang positif dapat mengubah praktik tradisional Tahun Baru menjadi pengalaman mendalam yang meningkatkan kepercayaan diri, keyakinan, dan motivasi kita untuk sepanjang tahun. Penting untuk dicatat bahwa kita tidak akan memperoleh kesadaran diri yang lebih besar dalam semalam, refleksi diri adalah praktik seumur hidup. Namun semangat Tahun Baru merupakan katalis kuat untuk praktik semacam ini.
Saat kita mengaudit diri sendiri, pertahankan penghargaan positif tanpa syarat terhadap diri kita sendiri. Itu berarti memberikan belas kasih kepada diri sendiri meskipun kita merasa telah melakukan kesalahan atau bisa menangani sesuatu yang lebih baik dalam setahun terakhir. Lihatlah diri kita dengan rasa ingin tahu, bukan dengan bersalah. Penghakiman dan rasa malu hanya menimbulkan sikap defensif. Penerimaan akan memupuk rasa aman, yang mengundang kejujuran dan eksplorasi diri.
Tentu saja, penting untuk bertanggung jawab atas segala kegagalan atau kesalahan yang kita lakukan. Tapi jangan lupa bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Dengan kebijaksanaan, khususnya kebijaksanaan yang berasal dari refleksi diri yang jujur, kita belajar bahwa kegagalan bersifat sementara dan bukan cerminan nilai kita sebagai manusia.
Memandang diri sendiri dengan penghargaan kondisi positif juga dapat memicu perbaikan diri dan membuat kita tetap bugar secara emosional, mendorong aktualisasi diri, kepercayaan diri, dan motivasi.
Refleksi diri adalah kunci untuk mengendalikan kehidupan, kebahagiaan, dan kesuksesan kita. Ini adalah langkah pertama untuk memahami dan mengatasi kesalah pahaman dan keterbatasan yang sudah lama ada, dan itu melibatkan pengajuan pertanyaan pada diri sendiri.
Misalnya, situasi atau peristiwa apa yang membuat kita gagal atau kurang berhasil selama setahun terakhir? Situasi atau peristiwa apa yang membuat kita bahagia dan berhasil? Pernahkah kita kesulitan menyelesaikan pekerjaan dan gagal mencapai tujuan?
Selain itu, kita harus memastikan bahwa kita menanyakan pertanyaan yang tepat pada diri sendiri. Apa pertanyaan yang tepat? Salah satu aturannya adalah memastikan pertanyaan yang diajukan sendiri menanyakan “apa”, bukan “mengapa”.
Pertanyaan “Mengapa” dapat menyebabkan kita bertanya-tanya dengan masalah kita. Penelitian menunjukkan bahwa hal ini menyebabkan kecemasan dan gejala depresi yang lebih besar. Jika kita bertanya pada diri sendiri mengapa kita merasa atau berperilaku seperti itu, jawaban yang kita dapatkan kemungkinan besar akan menegaskan keyakinan yang sudah ada sebelumnya, bukan mengungkap wawasan yang sebenarnya.
Selain itu, pertanyaan yang tepat adalah pertanyaan yang fokus pada solusi, bukan fokus pada masalah. Ajukan pertanyaan pada diri kita sendiri yang mengalihkan fokus kepada kemungkinan solusi atas sesuatu yang membebani pikiran kita.
Melihat suatu masalah dari perspektif ini tidak hanya mengidentifikasi potensi jawaban terhadap masalah tersebut tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri kita terhadap kemampuan untuk memecahkan dilema di masa depan.
Anggaplah Tahun Baru sebagai awal perjalanan refleksi diri kita, bukan sebagai latihan setahun sekali. Jika kita ingin introspeksi diri menghasilkan wawasan, maka kita harus membuat ini sebagia bagian dari rutinitas kita.
Namun refleksi diri memerlukan keseimbangan – kita tidak boleh mengabaikan atau mengabaikan diri sendiri.
Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa orang yang mendedikasikan terlalu banyak waktu untuk introspeksi mungkin mengalami lebih banyak kecemasan dan sikap negatif terhadap diri mereka sendiri.
Namun, kita tetap memerlukan ruang untuk memikirkan masalah kita agar bisa mengatasinya. Dan di dunia digital ini, di mana perangkat kita hanya berjarak beberapa inci saja, siap untuk mengalihkan perhatian kita, kita harus menyediakan waktu untuk introspeksi.
Luangkan waktu sekitar 15 menit setiap minggu untuk refleksi diri di kalender kita agar dapat menyadari diri. Dengan menjadi sadar diri, kita tidak akan keluar jalur ketika emosi yang sulit muncul, itulah alasan refleksi diri adalah praktik yang sangat baik untuk dilakukan di Tahun Baru 2024 dan selanjutnya.
Selamat Tahun Baru 2024
Perbarui potensi diri.
Gapailah impian dengan semangat baru.
Ciptakan sukses luar biasamu !!
Comments
Post a Comment