Kids

 *BELAJAR DARI ANAK-ANAK*


Melihat cucu ku berusia tiga bermain, aku belajar satu hal. 


*Never Lose Your Childish Sense of Wonder*


*“Spirited curiosity is an emblem of the flourishing life.”* - *_Epictetus_*


Ada sesuatu yang ajaib, bebas, dan kuat dalam cara anak-anak berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.


Mereka berlari melalui alat penyiram, berbasah-basah bermain air sambil tertawa, mengambil batu untuk mencari binatang melata yang menyeramkan, bertanya kepada orang-orang tua bagaimana pepohonan tumbuh, dan memandang hujan, awan, air, tanah atau lainnya dg banyak berkata: kenapa?

Sehingga sering kita kehilangan kata2 untuk menjawab nya. 


Anak-anak memperhatikan hal-hal yang kita (orang dewasa) tidak lihat.  Mereka melongo melihat hal-hal yang kita anggap biasa dan dapat dijelaskan.


Mereka juga hidup seakan tanpa sekat.

Berteman dg siapa saja, tidak bertanya : agama mu apa? kaya atau miskin? atau lainnya.


Menangis kl sedih, meraung ketika kesakitan, tertawa lebar ketika gembira, ngambek ketika tidak dituruti, dan berbagai ekspresi polos serta spontan. Serba polos, jauh dari kepura-puraan. Mereka bereaksi apa adanya 


Saya mulai bertanya-tanya…mengapa kita tidak melakukan hal itu lagi ketika tumbuh menjadi dewasa?


Apa yang menghalangi kita untuk menikmati keindahan di sekitar kita?

Apa yang membuat kita menjaga gengsi dan martabat kita?

Dan hidup dalam berbagai macam sekat pemisah ?


Mengapa kita tidak mencoba kembali menemukan keceriaan dan keajaiban masa kanak-kanak?

Merangkul dunia dg terbuka, simple, ceria, tanpa dihalangi kepalsuan, gengsi atau harga diri.

Seakan kita yang paling hebat.


Saya ingin kembali kesana,

Ke dunia ajaib masa kanak-kanak tanpa kehilangan maturitas seorang dewasa,


Menikmati hidup "in simple way".

Dan mencoba menjadi polos, bebas, bahkan konyol, dalam riang dan gembira.


Anak-anak tahu, bahwa orangtua nya yang mencintai nya akan selalu menjaga mereka. 

Dan mereka percaya itu sepenuh nya.


Rasanya,

Akupun harus belajar arti "keyakinan" seperti yang anak-anak miliki itu.

Bahwa Tuhan akan menjaga ku senantiasa, baik ketika aku sedih, terluka, lapar, sakit ataupun disaat semuanya baik-baik saja.


Menempatkan Tuhan dihatiku, seperti kanak-kanak menempatkan bapa atau ibu nya di hati mereka, dalam iman yang penuh, tanpa rasa curiga, ragu atau takut. 


*Matius 18:3-5*

lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 

Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."


*Markus 10:15*

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."


*1 Korintus 14:20*

Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!


Antono Pratanu dr

Comments

Popular posts from this blog

Malu

7

Power of now