Mengubah masalah jadi kebahagiaan

 Mengubah Masalah menjadi Kebahagiaan (1)

~ Lama Zopa Rinpoche


Berikut ini adalah ajaran yang sangat menggembirakan dari guru Buddha Tibet Zopa Rinpoche tentang belajar menerima masalah kita karena sebenarnya masalah tersebut merupakan sumber kebangkitan kita.


Di zaman modern yang penuh tantangan ini dengan banyak masalah dan ketidak-bahagiaan, manusia sering diliputi oleh penderitaan, dan pikiran mereka tidak tangguh. Ini karena mereka tidak mampu mengenali masalah dan kerugian yang mereka alami sebagai hal yang bermanfaat dan melihat masalah ini sebagai penyebab kebahagiaan. Manusia yang belum mengenal Dharma tidak mampu mengenali hal ini dan tidak mampu melatih pikiran mereka dalam pengenalan ini.


Alih-alih melihat semua masalah yang Anda alami, baik yang disebabkan oleh makhluk hidup atau oleh situasi dan keadaan sebagai masalah, Anda perlu mengembangkan kebiasaan mengenali semuanya sebagai kondisi yang menguntungkan dan mendukung kebahagiaan, bahkan menjadi penyebab kebahagiaan.


Namun, Anda tidak dapat mengubah persepsi Anda sekaligus. Anda harus mulai dengan mencoba mengenali masalah kecil sebagai hal yang menguntungkan, kemudian secara bertahap, saat Anda menjadi lebih terbiasa dengan hal ini, Anda dapat mulai mengenali masalah yang lebih besar dan lebih serius sebagai hal yang baik, bahkan menyenangkan, dan pada akhirnya diperlukan untuk kebahagiaan Anda. Anda akan melihat segala sesuatu yang mengganggu Anda sebagai hal yang penting untuk mencapai kebahagiaan.

Mengubah Masalah menjadi Kebahagiaan (2)

~ Lama Zopa Rinpoche


Namun jangan salah: Praktik transformasi pikiran tidak dimaksudkan untuk menghilangkan masalah, melainkan untuk memungkinkan Anda menggunakan masalah yang Anda alami untuk melatih pikiran Anda agar bergerak selangkah demi selangkah di sepanjang jalan menuju pencerahan dan kebahagiaan sejati. Bukan berarti Anda tidak akan lagi menerima celaka dari orang lain, atau dari keadaan, atau dari penyakit dan usia tua; Anda hanya tidak akan terganggu oleh apa pun yang terjadi. Peristiwa yang dianggap sebagai masalah oleh pikiran yang tidak terlatih tidak dapat dengan sendirinya mengganggu praktik Dharma Anda; mereka tidak dapat mencegah pencapaian realisasi jalan menuju pencerahan. 


Faktanya, ketika Anda mempraktikkan transformasi pikiran, masalah tidak hanya tidak mengganggu Anda, mereka benar-benar membantu Anda mengembangkan pikiran dan melanjutkan praktik Dharma Anda.

Bagaimana Anda menggunakan masalah untuk mendukung praktik Dharma dan pencapaian kebahagiaan Anda? Anda harus melatih pikiran Anda dengan dua cara. Pertama, Anda menghentikan pikiran untuk sepenuhnya menolak penderitaan, dan kedua, Anda membangkitkan pikiran untuk menyambut masalah. Ketika Anda telah mencapai hal ini dan benar-benar merasa bahagia alih-alih tidak bahagia karena memiliki masalah, masalah tidak lagi menjadi hambatan untuk membangkitkan jalan menuju pencerahan dalam pikiran Anda.

Damai tak Tergoyahkan (1)

~ Ven. Ajahn Chah


Seluruh alasan untuk mempelajari Dhamma, ajaran Sang Buddha, adalah guna menyelidiki: cara mengatasi penderitaan serta mencapai kedamaian dan kebahagiaan. Apakah kita mau mempelajari fenomena fisik atau mental, pikiran (citta) atau faktor-faktor psikologikal-nya (cetasika), hanya manakala kita menjadikan pembebasan dari penderitaan sebagai tujuan utama kitalah maka itu berarti kita ada di jalur yang benar - tak lebih, tak kurang. Penderitaan mempunyai sebab dan kondisi bagi keberadaannya. 


Harap dipahami dengan jelas bahwa sesungguhnya saat pikiran ini diam, ia ada dalam keadaan alami-nya keadaan normalnya. Namun begitu pikiran ini bergerak, ia menjadi terkondisi (sankhâra). Ketika pikiran terpikat pada suatu hal, ia menjadi terkondisi (conditioned). Saat kebencian timbul, ia menjadi terkondisi. Dorongan untuk goyang kesana kemari ini timbul dari pengkondisian. Jika ke-awas-an (awareness) kita kalah cepat dengan munculnya keadaan mental yang segera berentet berkembang-biak itu, maka pikiran ini akan goyah, larut membuntuti serta terkondisi olehnya Kapanpun pikiran bergerak, pada saat itu, ia menjadi sebuah realitas konvensional.

------------

Buku spiritual dan agama : https://s.shopee.co.id/9AHvPYGFxw

Buku tentang menjaga kesehatan tubuh dan jiwa https://s.shopee.co.id/70DQpc5lND

Buku tentang penggambaran Yin Yang : https://s.shopee.co.id/805xrWvKzS 

Buku tentang bekerja yang menyenangkan : https://s.shopee.co.id/7V9hQa9jDy

Comments

Popular posts from this blog

Malu

7

Power of now