Posts

Pemaafan

 1. *Menyadari/Mengakui* - Tuliskan semua perasaan negatif, pemikiran negatif, mental block. Jujur pada diri sendiri. Termasuk rasa marah, sakit hati, dsb.  2. *Mengikhlaskan* - katakan pada semua perasaan/pemikiran tersebut: - "Terima kasih sudah menemani perjalananku selama ini, kali ini saya mau move-on" - "Saya memutuskan utk memaafkan setiap org yang menyebabkan saya punya masalah2 ini, seikhlas2nya" 3. *Mengubah* - Tuliskan journal Syukur Setiap hari - Baca Buku Positif - Berkomunitas dengan orang2 positif. 4. Action Lakukan tindakan yang membawamu lebih dekat dengan target. Dan ini poin ke-4 karena sebelum ini 3 poin yang ditulis Coach Roy membantu supaya tindakan kita selaras dengan tujuan dan target. Tindakan yg dilakukan dalam keadaan konflik emosi: pengen tapi takut, gak yakin tp harus/kewajiban. Pun jika berhasil biasanya menguras energi sangat besar baik fisik maupun emosional. Sebaliknya perasan "enak/nyaman" tanpa tindakan adalah suatu keada...

Npd

 NPD (Narcissistic Personality Disorder) adalah sebuah gangguan kepribadian yang ditandai dengan pola perilaku yang egosentris, grandios, dan tidak empatik. Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari NPD: ## Karakteristik Utama 1. *Grandiositas*: Orang dengan NPD memiliki pandangan yang sangat tinggi tentang diri mereka sendiri, dan seringkali merasa bahwa mereka lebih baik daripada orang lain. 2. *Kebutuhan akan pujian*: Mereka memiliki kebutuhan yang sangat besar akan pujian dan pengakuan dari orang lain. 3. *Kurangnya empati*: Orang dengan NPD seringkali tidak dapat memahami atau menghargai perasaan dan kebutuhan orang lain. 4. *Perilaku egosentris*: Mereka cenderung untuk memikirkan diri mereka sendiri dan kebutuhan mereka sendiri, tanpa mempertimbangkan perasaan atau kebutuhan orang lain. 5. *Kurangnya rasa bersalah*: Orang dengan NPD seringkali tidak merasa bersalah atau menyesal atas tindakan mereka yang menyakiti orang lain. ## Gejala 1. *Mengharapkan pengobatan istim...

Damai tak tergoyahkan

 Damai tak Tergoyahkan (1) ~ Ven. Ajahn Chah Seluruh alasan untuk mempelajari Dhamma, ajaran Sang Buddha, adalah guna menyelidiki: cara mengatasi penderitaan serta mencapai kedamaian dan kebahagiaan. Apakah kita mau mempelajari fenomena fisik atau mental, pikiran (citta) atau faktor-faktor psikologikal-nya (cetasika), hanya manakala kita menjadikan pembebasan dari penderitaan sebagai tujuan utama kitalah maka itu berarti kita ada di jalur yang benar - tak lebih, tak kurang. Penderitaan mempunyai sebab dan kondisi bagi keberadaannya.  Harap dipahami dengan jelas bahwa sesungguhnya saat pikiran ini diam, ia ada dalam keadaan alami-nya keadaan normalnya. Namun begitu pikiran ini bergerak, ia menjadi terkondisi (sankhâra). Ketika pikiran terpikat pada suatu hal, ia menjadi terkondisi (conditioned). Saat kebencian timbul, ia menjadi terkondisi. Dorongan untuk goyang kesana kemari ini timbul dari pengkondisian. Jika ke-awas-an (awareness) kita kalah cepat dengan munculnya keadaan me...