6 konsep desicion framework

Jadi 6 pertanyaan yang menuntun kita pada Kejernihan atau clarity.. Bisa di pakai untuk coaching, konseling , kontemplasi, dll segala hal ke arah kejernihan.. 


Dasarnya adalah kejernihan itu dari Memahami lebih dalam ( understanding ) dan melihat lebih luas ( Sering).. Yang nanti ada 6 dimensi pertanyaan di sana.. Nanti akan saya bahas lebih Contoh kasus :


Saya merasa rekan kerja saya tidak menghargai saya. Dia sering terlambat mengerjakan bagian pekerjaannya, sehingga pekerjaan saya ikut terganggu.

Fokus 1 ke dimensi FAKTA / Fact


"Apa yang sebenarnya terjadi?"

Jangan langsung mengatakan “dia tidak menghargai saya.” 


Itu sudah interpretasi.



- Tanyakan:


Berapa kali dia terlambat?

- Apa tugas yang seharusnya dia selesaikan?


- Apa dampak konkretnya terhadap pekerjaan saya?


- Apakah memang ada kesepakatan deadline sebelumnya?


- Apa fakta yang benar-benar saya ketahui?

Kejernihan atau Clarity yang muncul : 


“Faktanya, dalam tiga proyek terakhir, tugasnya terlambat 2–3 hari dan membuat pekerjaan saya ikut tertunda.”


Kita mulai memisahkan antara FAKTA dan CERITA

Ini baru di dimensi FAKTA.. FACT

6 Questions decision framework ini mari di area pikiran atau memanfaatkan kemampuan kognitif kita memahami memaknai sesuatu.. Yakin bahwa manusia ini punya sifat humanistik.. Punya kemampuan memberdayakan dirinya sendiri bukan seperti program robot atau hewan yang bergerak atas dasar stimulus respon.. Proses yang memanusiakan manusia.. Diberi kesempatan jeda merenung berfikir memahami sesuatu. 


Tapi ga cukup di area PIKIRAN saja.. Nanti masuk ke area yang lebih SOMATIK.. Ke area yang lebih ke rasa.. Kejujuran hati.. 


Jadi nanti setelah melihat kejernihan.. Proses berikutnya pentingnya Kejujuran Hati


KNOW YOUR PATTERN

1. NOTICE

Apa yang sebenarnya terjadi dalam diriku?

Behavior

Thought

Emotion

Body

Belief

Identity

Dengan pertanyaan Cognitive:

Apa yang kamu pikirkan?

Apa yang kamu yakini?

Apa yang kamu lakukan?

Bagaimana rasanya di tubuhmu?

Bagaimana kamu memandang dirimu dalam hal ini?


Somatic

Apa yang kamu rasakan di tubuh ketika menceritakannya?

Di mana sensasinya?

Apakah terasa mengerut, menekan, panas, dingin, berat, kosong, bergerak?

Apa yang terjadi ketika kamu hanya memperhatikannya?


2. UNDERSTAND

Bagaimana pola ini terbentuk dan bekerja?

Apa pemicunya?

Apa maknanya?

Dari mana belief ini datang?

Apa fungsi pola ini?

Apa yang pola ini berikan kepadaku?


Misalnya:

“Kalau orang tua kecewa maka aku merasa bersalah maka tubuhku tegang maka aku menurut.”


3. SEE

Fact: Apa yang sebenarnya terjadi?

Meaning: Makna apa yang kamu berikan?

Human needs: Apa yang sebenarnya kamu butuhkan?

Influence: Apa yang berada dalam kendalimu?

Acceptance: Apa yang tidak bisa kamu kendalikan?

Ada pertanyaan somatic juga di sini, misalnya:

Ketika kamu mengatakan itu, apa yang berubah di tubuhmu?


4. CHOOSE

Apa yang masih ingin kubawa?

Apa yang masih bermanfaat?

Apa yang tidak lagi bermanfaat?

Apa yang ingin kuubah?

Apa yang ingin kulepas?

Aku ingin menjadi seperti apa?


Somatic: Ketika kamu mengatakan kalimat itu, bagaimana tubuhmu merespons? Bisakah rasakan rasa itu sebentar? Apakah kamu bisa tetap menyadari rasa itu tanpa harus menghilangkannya?


Bisa ditambahkan sesi hipnosis di sini kalau mau lebih dalam pakai future pacing 


5. EXPERIMENT

Bagaimana aku menjalani pilihan itu?

Di sini pakai tehnik micro-rehearsal lalu pertanyaan somatic: Apa yang terjadi di tubuhmu ketika kamu membayangkannya?


6. INTEGRATE

Apa yang kamu sadari tentang dirimu? Apa yang tubuhmu pelajari dari pengalaman tadi?


Jadi 6 Questions decision framework ini basisnya dari pembahasan sebelumnya yaitu tentang :


1. Tentang cara kita melihat realitas.. Yang saya ibaratkan kaya pohon kecil, sedang dan besar.. Atau kl mau di kategori dalam Buddhism kaya Theravada, Mahayana dan Vajrayana ( walaupun ini tidak mewakili sepenuhnya ya) tapi maksudnya adalah *Setiap potensi* itu punya cara melihat realitas yang berbeda.. 


Pohon kecil cenderung *melindungi* dan *mengontrol*


Pohon sedang belajar untuk *menerima dan mencintai* 


Pohon besar ini sudah melihat sesuatu secara *Utuh*


Ini part dari SEEING.. 


Kalau yang Understanding itu dari pembahasan kita tentang selama ini bagaimana kita memahami manusia.. Melihat manusia dari sifatnya bereaksi atas stimulas dan respon, bereaksi dengan memahami juga yang lebih luas melihat secara utuh.. Mewakili perkembangan psikologi dalam memahami manusia dari Behaviourism, Cognitive dan juga humanistic. Yg saya masukan salam part UNDERSTANDING.. 


Kombinasi dalam SEEING dan UNDERSTANDING inilah yang membantu kita melihat sesuatu lebih Luas, mendalam dan jernih ( CLARITY).. 



GOALnya seperti pembahasan awal.. Bukan mencari yg terbaik atau paling benar.. Tapi meluaskan pandang, menjernihkan pandangan dan kesadaran.. 


Seperti yg dibahas sebelum nya soal kesadaran PLURALISME.. 


Keluasan kejernihan yang membuat kita menggenggam dan melekat pada satu dimensi realitas.


Comments

Popular posts from this blog

Malu

7

Power of now